Sertifikat PTK PINTAR Kemenag



 

Contoh Sertifikat PINTAR Kemenag

 

SERTIFIKAT

 

NOMOR : A.384024/D.M/P.V/2024

 

Pusdiklat  Tenaga  Teknis  Pendidikan  dan  Keagamaan,  berdasarkan  Undang-Undang  Nomor  5  Tahun  2014  tentang

Aparatur Sipil Negara dan ketentuan yang berlaku menerangkan bahwa:

 

 

 
Nama                                :  HERMAWAN NURYANTO, S.Pd., M.Pd

NIP                                    :  196912131999031002

Tempat dan Tanggal Lahir :  Sleman, 13 Desember 1969

Pangkat/Golongan            :  Pembina, IV/a Jabatan                            :  Guru Instansi/Unit Kerja           :  Kemenag Sleman

Nilai/Kualifikasi                :  86.5 / Lulus, Kompeten

 

pada  kegiatan  Pelatihan  Penelitian  Tindakan  Kelas  Angkatan  II  yang  diselenggarakan  secara  dalam  jaringan  oleh Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan dari tanggal 06 Februari 2024 sampai dengan 10 Februari 2024 yang meliputi 20 jam pelatihan.

 

 

Jakarta, 25 Maret 2024

KEPALA PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA TEKNIS PENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN

 

 

 

 

 

 

^

 

 

 
MASTUKI

NIP. 197201041997031002


KOMPETENSI TEKNIS, MATA PELATIHAN DAN KEGIATAN

 

 

KOMPETENSI TEKNIS                                          MATA PELATIHAN DAN KEGIATAN I. PENDAHULUAN

1. Selamat Datang di Pintar

 

II. KELOMPOK DASAR

1. Moderasi Beragama dan Pembangunan Nasional

2. Nilai-Nilai  Dasar  Sumber  Daya  Manusia  (SDM)  Kementerian

Agama

3. Sistem Pelatihan dan Pengembangan SDM Kementerian Agama


 

Menyusun   hasil   penelitian   tindakan   kelas

(PTK)


1.

Konsep Penelitian Tindakan Kelas

 

2.

Pengayaan Konsep Penelitian Tindakan Kelas

3.

Langkah-Langkah Penelitian Tindakan Kelas

4.

Merancang Penelitian Tindakan Kelas

5.

Pengayaan Merancang Penelitian Tindakan Kelas

6.

Perbaikan dalam Pembelajaran Penelitian Tindakan Kelas

7.

Menganalisis       dan       Menginterpretasikan       Data

serta

 

Menindaklanjuti PTK

 

8.

Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas

 

 

 
III. KELOMPOK INTI


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengoperasian Komputer (Menyalakan dan mematikan komputer sesuai prosedur)

 

PENGOPERASIAN KOMPUTER

 


2.1     Prosedur Menyalakan dan Mematikan Komputer

 

Prosedur artinya sesuai dengan langkah dan tahapan-tahapan yang benar. Kekuatan dan performa komputer dipengaruhi banyak hal salah satunya adalah bagaimana menyalakan dan mematikan komputer yang dipakai.

Mematikan komputer

                  


                  

 

A.                Proses menyalakan komputer

 

Proses menyalakan komputer akrab disebut dengan booting yang terdiri dari Cold Booting dan Warm Booting.

 

Sebelum kita melakukan booting pastikan terlebih dahulu bahwa hal-hal dibawah ini sudah sesuai, adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut :

 

1.         Pastikan semua perangkat komputer sudah terpasang dengan benar.

2.         Pastikan terdapat arus listrik dan masuk ke dalam stabilizer (disarankan memakai stabilizer jenis servo) yang terhubung ke CPU (Central Processing Unit) dan monitor.

3.          


4.        

Gambar : Stabilizer Servo

5.         Pastikan tidak ada perangkat komputer tambahan yang terpasang.

 

Setelah hal-hal tersebut sudah dilakukan maka selanjutnya kita bisa melakukan proses booting.

 

1.         Cold Boot

 

Cold artinya dingin jadi cold boot maksudnya adalah menjalankan komputer dimana komputer dalam keadaan masih dingin atau dalam keadaan mati.

 

Adapun langkah-langkah untuk melakukan cold booting adalah sebagai berikut:

o    Komputer dalam keadaan mati

o    Tekan tombol Power pada CPU (Central Processing Unit)



Gambar : 2.1 CPU Sumber: https://www.indiamart.com


o    Tekan tombol Power pada Monitor



Gambar : 2.2 Monitor LED Sumber: https://indonesian.alibaba.com

 

o    Tunggu hingga proses booting selesai sehingga muncul tampilan desktop seperti gambar dibawah ini.



Gambar : 2.3 Layar Desktop

 

2.         Warm Boot = restart=reset

 

Warm boot artinya menjalankan komputer sedangkan komputer dalam keadaan nyala atau hidup, warm boot dilakukan ketika terjadi masalah pada komputer misal hank, error yang disebabkan oleh system crash, terinfeksi firus atau penyebab yang lainnya, ciri komputer dalam bermasalah diantaranya adalah tidak bisa bekerjanya mouse dan keyboard.

 

Adapun langkah-langkah untuk melakukan warm boot adalah sebagai berikut:

o    Komputer dalam keadaan jalan/hidup

o    Tekan tombol Reset pada CPU (Central Processing Unit)

o    Komputer akan mati sebentar kemudian hidup kembali dan melakukan booting

o    Setelah booting selesai maka komputer biasanya akan melakukan scandisk karena mematikan komputer dengan paksa atau tidak sesuai dengan procedure.

o    Akan tampil proses scandisk, tunggu sampai proses scan complete 100%


Gambar : 2.4 Proses Scandisk

 

o    Komputer akan normal kembali.